PDA

View Full Version : Kiat New Normal UMKM agar Tetap Berdiri Selama Pandemi COVID-19



AlvinaEka
06-26-2020, 09:13 PM
Ketika pandemi terjadi, akan ada banyak sektor kehidupan yang terkena dampaknya. Hal ini juga berlaku pada pandemi COVID-19 yang telah melanda Indonesia. Ada banyak sektor yang terdampak akibat pandemi yang telah melanda cukup lama. Salah satunya adalah sektor ekonomi. Berbagai macam komponen sektor ekonomi mengalami dampak yang cukup signifikan. Salah satunya adalah UMKM. Pemilik UMKM rentan terkena penurunan pendapatan akibat lesunya ekonomi serta menurunnya daya beli masyarakat.


https://mnctrijaya.com/uploads/news/Tekno%20-%20WFH.jpg

Hal ini mengakibatkan banyak UMKM yang mengalami kerugian karena besarnya biaya produksi tidak sebanding dengan kecilnya pendapatan yang diperoleh. Selain itu, beberapa UMKM yang terlilit hutang modal juga harus memberikan angsuran secara rutin. Kondisi ini membuat beberapa UMKM akhirnya memutuskan untuk gulung tikar. Hal ini membuat kondisi kesehatan mental (https://blog.amartha.com/category/kita-jangan-menyerah/) pemilik UMKM menjadi buruk. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh pemilik UMKM agar usaha mereka tetap bertahan saat pandemi COVID-19?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh UMKM untuk terus berdiri meskipun saat pandemi. Selain itu, kondisi masyarakat yang mulai menerapkan New Normal menjadi salah satu titik terang bagi UMKM. Slaah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan memperbarui produk yang dihasilkan oleh UMKM. Inovasi produk berdasarkan kebutuhan pembeli saat ini. Hal ini akan membuat pembeli tidak lari karena kebutuhan mereka telah terpenuhi.
Selain melakukan inovasi pada produk yang dijual, UMKM juga bisa melakukan inovasi pada layanan yang diberikan. Layanan yang ditawarkan oleh UMKM mengacu pada perubahan perilaku konsumen. Sebagai contoh, saat masa pandemi COVID-19, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk di rumah karena menghindari kerumunan massa.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk menawarkan jasa belanja secara online dan jasa antar barang atau delivery service. UMKM dapat melaksanakan sendiri dengan menggunakan berbagai media sosial yang dimiliki serta pegawai UMKM. Akan tetapi, UMKM juga dapat mencoba bekerjasama dengan beberapa market place sehingga jangkauan promosi UMKM tersebut semakin luas. Hal ini merupakan salah satu inovasi dari New Normal UMKM (https://blog.amartha.com/category/kita-jangan-menyerah/).

UMKM juga hendaknya mulai mengaudit kelancaran cash flow yang ada di UMKM. Hal ini digunakan untuk mengantisipasi adanya kredit macet akibat sistem pendanaan yang kurang tertata rapi. Selain itu, UMKM juga harus mulai mengatur ulang rancangan anggaran biaya produksi yang disesuaikan dengan besarnya pendapatan yang diperoleh.

Hal ini dilakukan karena besarnya pendapatan yang diperoleh selama masa pandemi tentu sangat berbeda dengan pendapatan yang diperoleh sebelum masa pandemi. Sehingga, UMKM dapat terhindar dari kerugian yang besar. Salah satu hal penting yang harus ditekankan adalah bahwa masalah dapat diatasi asalkan tidak menyerah sama seperti slogan kita jangan menyerah (https://blog.amartha.com/category/kita-jangan-menyerah/).