Page 173 of 200 FirstFirst ... 73123163171172173174175183 ... LastLast
Results 1,721 to 1,730 of 1994

Thread: Welcome Bonus Hingga $500 dari ForexChief

  1. #1721
    Anggota Senior jakaduriat's Avatar
    Join Date
    Nov 2019
    Posts
    796
    Rep Power
    0
    FIXED RATE ForexChief

    fluktuasi nilai tukar,Lupakan nilai tukar mata uang yang terus bergerak. Deposit dan withdrawal dengan “Fix Rate” hanya di Forexchief


    Layanan Free Swap dirancang khusus untuk para trader yang keyakinan agama nya tidak memperbolehkan penggunaan tingkat bunga mata uang dalam dunia trading.

    Cara Mendaftar akun Free Swap:

    ✔️Daftar dan buat akun standar;
    ✔️Verifikasi data pribadi;
    ✔️Kirim permintaan untuk Free Swap di Personal Area anda;
    ✔️Terima konfirmasi pengaktifan layanan Free Swap dan
    mulai trading.


    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

  2. #1722
    Bronze Member senjanjani's Avatar
    Join Date
    Nov 2019
    Posts
    803
    Rep Power
    0

    Resiko Itu Pasti Ada, Tinggal Bagaimana Kita Mengelolanya

    Setiap kegiatan dan aktivitas di dunia ini pastinya memiliki resiko, termasuk trading. Bagaimana cara terbaik untuk mengelola resiko? iklan iklan Semua kegiatan yang kita lakukan pasti memiliki resiko, baik besar maupun kecil pasti akan ada resikonya. Dalam kegiatan keseharian pun, resiko adalah teman sejati yang selalu setia menemani kemanapun kita melangkah. Dia tidak mau menghindar atau bahkan dihindari. Karena sekuat apapun kita menghindar, maka sekuat itu pula resiko itu mendekat.

    Begitupun dalam kegiatan usaha, yang namanya resiko itu pasti selalu ada dan tidak akan pernah bisa dihilangkan. Tidak peduli besar atau kecil jenis usahanya dan tidak peduli jenis usaha apa yang sedang dijalankannya. Kalau kita menyadari bahwa resiko adalah teman sejati setiap langkah kita, sahabat terdekat dengan setiap kegiatan bisnis kita, maka sangatlah tidak bijak seandainya kita melupakan, menghindari ataupun menjauhi resiko tersebut.

    Resiko itu bukan untuk dihindari, namun harus dihadapi dan dikelola. Karena apabila kita mampu menghadapi dan mengelolanya dengan benar, maka kita bisa mengelola potensi-potensi kerugian yang ada. Ada seorang trader pernah berkata seperti ini:

    "Jangan tanyakan kepada diri Anda berapa persen Anda siap menerima keuntungan, tetapi tanyakanlah berapa persen Anda siap menanggung kerugian."

    Penyataan di atas menjadi sangat penting karena berhubungan erat dengan mental (emosi) kita saat melakukan trading. Kita juga akan mengetahui bagaimana harus mengelola resiko yang sudah terukur itu menjadi sebuah keuntungan.

    Mungkin sudah terlalu banyak bukti dari pengalaman para trader yang membiarkan kerugian itu terus berjalan karena tidak mau rugi dan berharap harga akan balik kembali. Pada akhirnya, ia malah menderita kerugian yang cukup banyak karena harapan itu hanya didasarkan pada ekspektasi kosong tanpa basis analisa yang jelas.

    Kenalilah resiko itu, bersahabatlah dengan resiko itu, dan kelolalah resiko itu. Maka kita akan bisa mengembangkan perdagangan sesuai dengan apa yang diharapkan. Jadi, tanyakanlah kepada diri sendiri sebelum melakukan trading forex, berapa persen mental Anda mampu atau sanggup menanggung kerugian. Kemudian cobalah untuk mengelola potensi kerugian tersebut agar menjadi keuntungan.

    Contoh Pengolalaan Resiko Trading
    Anda punya modal trading $1000 dan secara emosional mampu menanggung kerugian maksimal sebesar $100 per posisi (1% dari modal). Menyesuaikan kerugian maksimal dengan jumlah yang mampu Anda tanggung secara emosional artinya menakar seberapa besar loss yang menurut pandangan pribadi Anda masih wajar, sehingga jika benar terjadi, Anda tidak menjadi stres dan berupaya "mengembalikan" kerugian tersebut bagaimanapun caranya. Katakanlah Anda sudah merasa sangat kehilangan apabila kerugian sudah melebihi $100 di satu posisi, maka batasi kerugian maksimal per trade di angka $100.

    Setelah mengetahui berapa jumlah kerugian maksimal sesuai batas toleransi risiko Anda, maka selanjutnya atur manajemen resiko yang mengakomodasi standar tersebut. Untuk mengupayakannya, ada beragam cara yang bisa Anda pilih. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan fitur Stop Loss yang bisa menutup posisi rugi secara otomatis pada level tertentu.

    Di sini, Anda bisa menentukan sendiri di level mana Stop Loss akan terpicu. Apabila Anda menentukan besar kerugian per posisi tak bisa lebih dari $100, maka cukup hitung nilai per pips dari setup posisi Anda, lalu gunakan patokannya untuk menempatkan Stop Loss.

    Contohnya: Anda open posisi buy EUR/USD pada harga 1.2000 dengan lot 0.1 (10,000 unit). Volume trading 0.1 lot sendiri memiliki patokan nilai $1 per pips untuk posisi trading EUR/USD. Oleh karena itu, Anda cukup mengkonversinya menjadi pips dengan perhitungan: $1 x $100 = 100 pips.

    Setelah memperoleh hasil tersebut, maka Stop Loss ideal yang sesuai batas toleransi risiko Anda adalah: 1.2000 - 0.0100 = 1.1900.

    Perlu diketahui, penggunaan Stop Loss biasanya juga diiringi dengan Take Profit yang berfungsi untuk mengunci keuntungan dengan cara menutup posisi secara otomatis ketika sedang profit. Karena besar resiko biasanya sebanding dengan peluang keuntungan, maka sesuaikanlah penggunaan Take Profit yang ideal dengan Stop Loss Anda.

    Jangan terlalu jauh menautkan Take Profit di jarak 1000 pips dari Entry apabila Stop Loss Anda cuma 100 pips. Biasanya, jarak Take Profit 3x dari Stop Loss sudah menjadi ukuran maksimal bagi trader. Lebih dari itu, maka posisi Anda rawan terkena Stop Loss sebelum Take Profit tersentuh. Bagaimanapun juga, pasar tidak selalu bergerak trending secara terus-menerus. Seperti yang dikatakan oleh Paul Tudor Jones:

    "Market hanya bergerak dalam trend sekitar 15 persen (dari total fluktuasinya); selebihnya, pasar hanya bergerak sideways."

    Setelah membaca ulasan di atas secara menyeluruh, berikut adalah infografi mengenai resiko trading untuk membantu Anda mendapat simpulan yang mudah dipahami:

    Sumber : seputarforex.com


  3. #1723
    Anggota Senior jakaduriat's Avatar
    Join Date
    Nov 2019
    Posts
    796
    Rep Power
    0
    Investor akan Tetap Membeli Emas Tahun Depan, Harga Terus Naik

    Permintaan untuk emas mulai dari perhiasan dan bank sentral akan tetap turun tajam pada tahun 2021 dibandingkan saat sebelum merebaknya pandemi covid-19, tetapi investor akan menjaga harga tetap tinggi dengan menyimpan jumlah rekor emas batangan, kata Refinitiv Metals Research.

    Mengutip Reuters Jumat (23/10) petang, harga emas mendekati rekor tertinggi setelah melonjak ke $2.072,50 per ons pada Agustus lantaran investor Eropa dan Amerika Utara menimbun aset yang diperkirakan nilainya akan bertahan melewati pandemi.

    Tetapi harga tinggi itu, bersama dengan tindakan pembatasan virus, telah meruntuhkan penjualan perhiasan di Asia, yang sebelumnya merupakan wilayah pendorong terbesar pasar untuk emas batangan.
    Permintaan perhiasan akan turun sebesar 31% menjadi 1.327 ton tahun ini sebelum naik sebesar 9% menjadi 1.447 ton pada tahun 2021, direktur Riset Logam Refinitiv Cameron Alexander mengatakan, merilis laporan kuartalan terbaru terkait penawaran dan permintaan pada hari Jumat.

    Pembelian bank sentral akan turun setengahnya menjadi 312 ton tahun ini dan sedikit pulih menjadi 385 ton tahun depan, kata Alexander.

    Investor akan terus menutupi kesenjangan dari permintaan, dengan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), yang menyimpan logam untuk investor, menimbun 1.205 ton tahun ini, tiga kali lipat jumlahnya pada tahun 2019, dan 1.362 ton lainnya pada tahun 2021, catatan terbesar yang pernah ada.

    Pembelian oleh para pembeli emas batangan dan koin emas eceran akan turun 6% tahun ini menjadi 917 ton sebelum naik 13% menjadi 1.039 ton pada tahun 2021, kata Alexander.
    Emas rata-rata akan berkisar di level $1.890 per ons tahun depan, di bawah perkiraan harga $1.965 menurut jajak pendapat minggu ini, tetapi harga masih bisa berubah-ubah, tambah Alexander.
    Harga emas berjangka naik tipis 0,06% di $1.905,75 per ons pukul 13.34 WIB dan XAU/USD menguat sedikit 0,04% ke $1.904,87 menurut data Investing.com.



    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

  4. #1724
    Motivasi Trading, Langkah Pertama Belajar Forex



    Apa yang membuat Anda ingin belajar trading forex? Atau, kalau Anda memang sudah lama melakukan kegiatan ini, apa sih yang membuat Anda bertahan untuk terus bertrading?

    Jawaban pertanyaan tentang motivasi untuk melakukan kegiatan trading ini bisa jadi sangat beraneka ragam. Ada teman trader yang menjawab bahwa motivasi trading dia adalah karena trading sudah menjadi hobi baginya. Ada juga trader menjawab, karena trading bisa mendatangkan penghasilan tambahan yang lumayan. Bahkan ada yang menjawab karena trading memang profesi utamanya.

    Bagaimana dengan motivasi trading Anda? Sebaiknya, luruskan motivasi sebelum belajar, karena ini bisa mempengaruhi trading Anda kelak.

    Motivasi Trading Bisa Bermacam-Macam

    Iya sih, memang bisa jadi motivasi antara satu orang dengan orang lainnya berbeda, meskipun untuk kegiatan yang sama. Motivasi itu sendiri bisa diartikan sebagai hal atau faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu. Jadi memang dimungkinkan, hal yang mendorong satu orang untuk melakukan satu kegiatan akan berbeda dengan orang lain.

    Bagi teman-teman trader yang menganggap kegiatan trading sebagai hobi, saya bisa kira-kira nih, mereka inilah jenis trader yang biasanya suka telaten ngoprek indikator, betah berjam-jam mengamati chart, dan merasa kesepian saat market tutup di akhir pekan.

    Sedangkan bagi trader yang menganggap trading sebagai pekerjaan sampingan atau bahkan yang sudah menjadikan trading sebagai penghasilan utama, bisa jadi mereka malah lebih mengandalkan EA alias Robot Trading dan berinvestasi sebagaimana investor yang rasional. Syukur-syukur sih kalau ada teman trader yang memang hobi trading dan bisa menjadikan trading sebagai penghasilan utamanya. Wah, bisa kebayang sih asyiknya, kalau kita bisa bekerja sesuai dengan minat kita.

    Okelah, bagi teman-teman trader yang sudah "jadi", saya tidak terlalu mempermasalahkan apa motivasi trading utama mereka. Yang sering membuat saya prihatin, adalah motivasi teman-teman yang baru mulai belajar trading. Banyak teman-teman (calon) trader yang salah anggapan, menganggap trading adalah jalan singkat menuju kaya. Bahwa hanya dengan sekedar main tebak-tebakan buy atau sell, bisa mengeruk keuntungan tanpa harus bersusah payah.

    Trading Bukan Jalan Singkat Jadi Kaya

    Biasanya para (calon) trader yang ingin cepat kaya itu terjun ke dunia trading ini dengan semangat menggebu-gebu, invest dengan nominal yang relatif besar, dengan harapan bakalan memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar dalam waktu singkat. Tipe (calon) trader semacam inilah yang akhirnya nanti justru mempunyai pandangan negatif tentang trading forex. Setelah mengalami Margin Call (MC), barulah mereka sadar bahwa ternyata trading itu tidak semudah yang dibayangkan.

    Nah, kalau anda sekarang memang baru dalam tahapan tertarik untuk belajar trading forex dengan motivasi ingin cepat kaya, wah, saya sarankan untuk stop dulu deh. Coba review dulu sebelum invest atau deposit.

    Saya tegaskan bahwa trading ini bukanlah jalan cepat dan mudah untuk menjadi kaya. Kalaupun Anda mendengar cerita dari trader-trader yang sudah berhasil memperoleh keuntungan yang stabil dan lumayan besar dari trading, jangan cepat-cepat tergiur deh. Coba tanyakan dulu, sudah berapa lama mereka belajar? Tanyakan juga berapa waktu, tenaga dan biaya yang sudah mereka habiskan dalam prosesnya? Pertimbangkanlah hal-hal tersebut. Apakah Anda mau, mampu, dan bersedia, untuk terus belajar dan berusaha sekeras mereka?

    Ngomong-ngomong, saya jadi ingat salah seorang teman trader suka menguji (calon) trader yang ingin belajar trading. Pertanyaan standarnya adalah, "Sudah siap babak belur belum? kalau memang udah siap babak belur dan benjut-benjut, ayo kita bareng-bareng belajar".

    Nah lho, biasanya sih banyak yang sudah mundur duluan tuh, dengan pertanyaan seperti itu. Lah iya, mana ada sih orang yang mau belajar sesuatu yang baru dengan motivasi pengen babak belur!? Tapi realitanya, di dunia trading, tidak ada ramuan instan untuk jadi kaya; semuanya tetap membutuhkan usaha. Punya keinginan belajar dan nyali yang kuat merupakan dua prasyarat untuk sukses belajar trading forex.


  5. #1725
    Bronze Member senjanjani's Avatar
    Join Date
    Nov 2019
    Posts
    803
    Rep Power
    0

    Apa Itu Sentimen Pasar Dalam Trading Forex?

    Sentimen pasar adalah faktor penggerak harga paling utama. Seringkali, sentimen pasar disejajarkan denagan fundamental dan teknikal, sehingga bisa dianggap sebagai salah satu metode analisa. Hanya saja, sentimen tersebut sebenarnya bukanlah fundamental dan teknikal yang hanya menjadi instrumen analisa.

    Pada kenyataannya, sentimen pasar berada di level yang lebih tinggi dari fundamental dan teknikal. Hal itu karena sentimen pasar adalah faktor utama yang memicu tindakan buyer dan seller, sementara fundamental dan teknikal adalah alat bantu yang digunakan untuk memprediksi sentimen pasar. Bagaimana bisa demikian? Sebelum mempelajari hal itu lebih lanjut, mari mengenal lebih dulu istilah-istilah penting dalam sentimen pasar.


    Bullish, Bearish, Dan Risk Appetite
    Dalam mengenali sentimen pasar, istilah yang paling umum digunakan adalah bullish dan bearish. Bullish merupakan sentimen yang mencerminkan optimisme, sehingga para pelaku lebih cenderung melakukan buy. Sebaliknya, sentimen yang bearish dikuasai oleh pesimisme, sehingga para pelaku lebih cenderung melakukan sell ketimbang buy.

    Reli harga dalam suatu uptrend biasanya ditunjang oleh sentimen bullish, sedangkan penurunan harga tercipta karena dorongan sentimen bearish.

    Ada pula 2 istilah lain yang berkaitan dengan minat risiko, yakni high risk appetite dan low risk appetite. High risk appetite berkaitan dengan kondisi pasar yang didominasi oleh tingginya minat risiko di kalangan trader dan investor. Minat risiko tinggi artinya para pelaku pasar optimis dengan kondisi dan prospek ekonomi, sehingga mereka berani berinvestasi di aset-aset berisiko tinggi. Sebaliknya, low risk appetite mensinyalkan kondisi pasar yang sangat berhati-hati mengambil risiko. Biasanya, aset berisiko rendah seperti safe haven menjadi pilihan mayoritas di kondisi sentimen ini.

    Arti Penting Sentimen Pasar
    Sentimen pasar sangatlah penting dan wajib dipahami semua trader. Pada dasarnya, pergerakan harga di pasar forex merupakan akumulasi dari transaksi trader dan investor di seluruh dunia. Karena itu, bisa dikatakan bahwa harga sebenarnya digerakkan oleh ‘tangan-tangan manusia’ yang rentan dipengaruhi sentimen. Inilah hal yang membuat harga di pasar forex tidak bisa diperkirakan dengan benar-benar pasti.

    Contohnya, harga bisa melemah meski sinyal-sinyal dari 3 indikator bernada bullish. Setelah dikupas lebih lanjut, ternyata sentimen pasar sedang dikhawatirkan oleh risiko baru dari keputusan pemotongan suku bunga Bank Sentral.

    Contoh lainnya, harga malah bergerak menguat setelah penjualan ritel diketahui merosot lebih buruk dari ekspektasi. Meski biasanya berdampak tinggi, sentimen tersebut rupanya tidak terlalu menganggap serius penurunan retail sales. Hal ini karena dalam kerangka fundamental yang lebih besar, ekonomi diproyeksi tumbuh lebih baik setelah pemerintah menerapkan kebijakan pemotongan pajak. Itulah mengapa, para pelaku pasar yang sudah memperhitungkan dampak kebijakan baru memiliki alasan untuk bertahan dalam sentimen bullish.

    Dua contoh di atas membuktikan bahwa sentimen pasar memiliki peran terpenting untuk memperkirakan pergerakan harga. Sayangnya, sentimen tersebut lebih sulit dianalisa, karena mencerminkan konsensus pasar yang bisa terdiri dari beragam metode, opini, dan keputusan subjektif, Menanggapi kesulitan tersebut, Anda tak perlu berkecil hati dulu, karena terdapat cara-cara umum yang bisa diterapkan untuk memperoleh (setidaknya) garis besar dari sentimen yang sedang terbentuk.

    Memperkirakan Sentimen Pasar
    Cara paling umum untuk memperkirakan sentimen pasar adalah dengan melakukan analisa fundamental. Konsensus pasar memang berbeda-beda, tapi suara mayoritas biasanya cenderung mematuhi prinsip hubungan fundamental dan pergerakan harga. Kecuali terdapat konteks-konteks fundamental lain yang perlu diperhatikan dan bisa berdampak besar, Anda bisa fokus memperhatikan rilis data ekonomi atau event terbaru untuk menganalisa sentimen tersebut.

    Cara selanjutnya adalah dengan memperhatikan unsur teknikal, terutama saat pasar sedang tidak didominasi oleh isu fundamental berdampak tinggi. Beberapa konsep analisa teknikal yang bisa digunakan untuk mengukur sentimen pasar adalah:

    Analisa harga dengan SUpport Resistance
    High Low pergerakan harga
    Price Action
    Pola Chart (triangle, head and shoulders, dsb.)
    Anda juga bisa menggunakan tool-tool broker atau penyedia teknologi trading yang menampilkan data sentimen buyer dan seller. Namun cara analisa ini memiliki kelemahan karena hanya mengukur sentimen pasar dari kelompok trader tertentu. Misalkan Anda menggunakan tool sentimen di broker A, maka data sentimen pasar yang Anda dapatkan hanya merefleksikan sentimen di kalangan trader broker A.

    Demikian penjelasan singkat tentang sentimen pasar. Jika Anda ingin lebih memahami materi ini, jangan bosan dan malas untuk rajin-rajin melakukan analisa fundamental, teknikal, dan melihat pergerakan harga dari price action-nya. Bagaimanapun juga, kemampuan trading bukanlah suatu hal yang bisa didapat dalam sekejap mata, melainkan hasil belajar dan berlatih yang telah diasah dalam periode waktu tertentu.

    Sumber : forexindonesia.org


  6. #1726
    Kunci Forex Supaya Tidak Sulit


    Kita merasa tidak, kalau forex itu sulit? apalagi untuk mendapatkan profit. Kadang hari ini profit besoknya loss. Lantas apa kunci supaya forex tidak sulit? Mari kita kaji bersama-sama.

    1. Mereka berfikir bahwa forex jangan dipersulit. Ilmiahnya, kalau berfikir sulit tentu yang kita hadapi akan semakin sulit.
    2. Apapun market bekerja (naik turun) itu sudah pekerjaannya, membuat sideway atau trending itu sudah kewajibannya, kita hanya bisa mengelola trading kita; pengendalian diri untuk sabar, tidak serakah dan disiplin mengikuti rule dan alur. Ilmiahnya, kita tidak diombang-ambingkan market.. justru kita dancing with the market. Mau sideway oke... mau trending juga silahkan...! Kita trader yang tidak terpengaruh pergerakan market, tetapi terpengaruh kuat dengan rule-rule sistem kita.
    3. Adanya berbagai peran antagonis market (ketika kita buy harga turun dan kita sell harga naik), menjadikan kita wajib berpegang pada pengelolaan resiko. Ilmiahnya, kita gak mau dong kehilangan uang, meski statment utama sebelum trading adalah modal yang siap kehilangan.

    Sekian dan terima kasih, untuk itu mari bersama-sama kita terapkan tips di atas agar trading forex tidak menjadi sulit.



  7. #1727
    Bronze Member senjanjani's Avatar
    Join Date
    Nov 2019
    Posts
    803
    Rep Power
    0

    Pelopor Analisis Teknis dalam Trading


    Pelopor Analisis Teknis dalam Trading. Apakah Anda menganggap diri Anda seorang analis teknis atau tidak, ada beberapa teknik investasi yang paling tidak memberikan anggukan pada sisi teknis investasi. Beberapa gaya investasi tidak menggunakan analisis teknis, dengan para praktisi mereka sering mengklaim bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang fundamental saham karena semua yang mereka butuhkan ada di grafik. Segmen investasi ini tidak tumbuh dari nol. Pada artikel ini, kita akan melihat orang-orang yang memelopori bidang analisis teknis.

    Semua Mengalir dari Dow

    Charles Dow menempati tempat besar dalam sejarah keuangan. Dia mendirikan The Wall Street Journal – tolok ukur di mana semua makalah keuangan diukur – dan, yang lebih penting untuk tujuan kita, dia menciptakan Dow Jones Industrial Index. Dengan melakukan hal tersebut, Dow membuka pintu untuk analisis teknis. Dow mencatat pasang surut rata-rata hariannya, mingguan dan bulanan, menghubungkan pola-pola itu dengan pasang surut dan aliran pasar. Dia kemudian akan menulis artikel, selalu setelah fakta, menunjukkan bagaimana pola-pola tertentu menjelaskan dan memprediksi peristiwa pasar sebelumnya.

    Namun, Dow tidak dapat mengambil semua – atau bahkan mayoritas – kredit untuk teori yang menyandang namanya. Teori Dow hanya akan bertindak sebagai konfirmasi belakang para pelaku longgar jika bukan karena William P. Hamilton.

    Yang Pertama Menuju Air: William P. Hamilton

    Teori Dow adalah kumpulan tren pasar yang sangat terkait dengan metafora kelautan. Tren fundamental, jangka panjang empat atau lebih tahun adalah gelombang pasar – naik (bullish) atau turun (bearish). Ini diikuti oleh gelombang jangka pendek yang berlangsung antara satu minggu dan satu bulan. Dan, terakhir, ada percikan dan riak kecil dari fluktuasi sehari-hari air berombak yang tidak signifikan.

    Hamilton menggunakan langkah-langkah ini sebagai tambahan pada beberapa aturan – seperti rata-rata kereta api dan rata-rata industri yang mengkonfirmasi arah satu sama lain – untuk menyebut pasar yang menguntungkan dan menghasilkan dengan akurasi yang terpuji. Meskipun ia menyebut kecelakaan 1929 terlalu dini (1927, 1928), ia mengajukan banding terakhir pada 21 Oktober 1929, tiga hari sebelum kecelakaan dan hanya beberapa minggu sebelum kematiannya pada usia 63 tahun.

    Praktisi: Robert Rhea

    Robert Rhea mengambil Teori Dow dan mengubahnya menjadi indikator praktis untuk menjadi panjang atau pendek di pasar. Dia benar-benar menulis buku tentang topik: “The Dow Theory” (1932). Rhea berhasil menggunakan teori ini untuk memanggil atasan dan bawahan – dan cukup mampu mengambil untung dari panggilan tersebut. Segera setelah menguasai Teori Dow, Rhea tidak perlu berdagang berdasarkan pengetahuannya. Dia hanya harus menuliskannya.

    Setelah menyebut dasar pasar pada tahun 1932 dan puncak pada tahun 1937, kekayaan yang dibuat oleh pelanggan untuk surat investasi Rhea, Komentar Dow Theory, membawa ribuan lebih banyak pelanggan. Akan tetapi, seperti halnya Hamilton, hidup Rhea sebagai prognostikator pasar pendek – ia meninggal pada tahun 1939.

    Sang Penyihir: Edson Gould

    Mungkin peramal yang paling akurat dengan rekam jejak terpanjang, Edson Gould, masih membuat panggilan hingga tahun 1983 pada usia 81. Gould juga membuat sebagian besar uangnya dari menulis buletin daripada berinvestasi, menjual langganan seharga $500 pada tahun 1930. Dia menangkap semua poin pasar bull dan bear utama, membuat beberapa prediksi yang menakutkan, seperti Dow naik 400 poin dalam pasar bull 20-tahun, bahwa Dow akan berada di atas 1.040 pada tahun 1973 dan seterusnya.

    Gould menggunakan grafik, psikologi pasar dan indikator termasuk Senti-Meter – DJIA dibagi dengan dividen per saham perusahaan. Gould sangat mahir dalam berdagang sehingga ia terus membuat panggilan akurat dari luar kubur. Gould meninggal pada 1987, tetapi pada 1991, Dow mencapai 3.000, seperti yang ia prediksi. Pada saat prediksi di tahun 1979, Dow belum menembus 1.000.

    Sang Chartist: John Magee

    John Magee menulis Alkitab analisis teknis, “Technical Analysis of Stock Trends” (1948). Magee adalah salah satu yang pertama berdagang semata-mata pada harga saham dan polanya pada grafik historis. Magee memetakan semuanya: saham individu, rata-rata, volume trading – pada dasarnya segala sesuatu yang dapat digambarkan. Dia kemudian menuangkan bagan-bagan ini untuk mengidentifikasi pola-pola luas dan bentuk-bentuk spesifik seperti segitiga lemah, bendera, bodies, shoulders, dan sebagainya.

    Sayangnya untuk Magee, sejak awal, dia lebih baik dalam menjaga kliennya daripada portofolionya sendiri, sering menjual portofolionya sendiri berdasarkan perasaan usus meskipun ada sinyal kuat dari grafiknya. Namun, dari usia 40-an hingga kematiannya pada usia 86, Magee adalah salah satu analis teknis paling disiplin, menolak untuk membaca koran saat ini agar tidak mengganggu sinyal grafiknya.

    Kelalaian

    Pasti akan ada beberapa kontroversi dengan daftar seperti ini. Di mana Jesse Livermore yang terkenal kejam itu, trader yang punya nyali pada kutu harga bisa dibilang merupakan perdagangan teknis pertama yang berhasil? Bagaimana dengan R. N. Elliott? Bagaimana dengan WD Gann?

    Well, Livermore melakukan sedikit di bidang teori dan mati bangkrut. Elliott mengutak-atik analisis teknis dengan hipotesisnya sendiri, tetapi teorinya sulit untuk diuji dan bahkan lebih sulit untuk diperdagangkan – melibatkan sesuatu mistisisme bertumpuk di atas angka. Demikian pula, garis-garis Gann, meskipun tampaknya berguna dalam konsep, sangat sensitif terhadap kesalahan sehingga kepraktisannya dipertanyakan. Kedua orang ini konon telah membuat keberuntungan trading berdasarkan teori mereka, tetapi tidak ada catatan kuat untuk mendukung hal tersebut karena ada untuk Livermore. Tentu saja tidak ada warisan bernilai jutaan dolar yang ditinggalkan oleh keduanya.

    Intinya

    Dow, Hamilton, Rhea, Gould dan Magee berada di jalur utama analisis teknis, masing-masing membawa teori dan praktik sedikit lebih jauh. Tentu saja, banyak jalur samping bercabang yang, meskipun jalan memutar yang menarik, tidak memajukan dorongan utama ini. Setiap kali seorang investor – fundamental atau teknis – berbicara tentang masuk atau memilih titik masuk dan keluar, mereka memberi penghormatan kepada orang-orang ini dan teknik yang mereka gunakan untuk meletakkan fondasi.

    Sumber : forexindonesia.org


  8. #1728
    Anggota Senior jakaduriat's Avatar
    Join Date
    Nov 2019
    Posts
    796
    Rep Power
    0
    Klien yang Terhormat

    Sebagai bentuk apresiasi kami terhadap klien ForexChief, kami memberikan Souvenir Ekskusif bagi para Klien.

    Anda bisa mendapatkan Laptop eksklusif khusus untuk klien loyal ForexChief untuk menunjang mobilitas klien saat trading kapan pun dimana pun secara GRATIS. Anda Cukup mengumpulkan poin dari Jumlah Transaksi Trading anda.


    Anda akan mendapatkan 1 poin dari setiap 500.000 turnover yang anda capai. Kumpulkan poin sebanyak-banyaknya, dan segera tukarkan poin anda dengan Souvenir Eksklusif dari ForexChief.

    Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi kami via Live Chat.

    Hormat kami,
    ForexChief


    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

  9. #1729
    Market is My Best Friends Forever


    Banyak trader yang menjadi trend follower yang jelas memilih mengikuti trend yang ada di market. Alasan para trend follower adalah karena melawan pasar adalah tindakan bodoh. Trader yang berteman dengan market lebih merasa aman. Trend follower bisa ikut trade dalam kondisi bullish maupun bearish. Dengan berteman dan mengikuti market trend semua lebih low risk. Alasan berikutnya, karena trader-trader enggan menghadapi para pesaing di balik layar. Yaitu para Big Player dan Smart Speculator. Karena dengan melawan mereka, sama saja menyerahkan uang kepada mereka.

    Jika ingin mengambil keuntungan maka bersahabat dan beradaptasilah dengan kondisi dan suasana market, sebagai trend follower akan mudah bagi anda untuk melihat celah yang bisa menjadi peluang.
    Jika tradingnya belum stabil, maka jangan terlalu nekat melawan arus. Karena melawan trend membutuhkan tahanan yang sangat tinggi. Sebagai pemain kecil kita hanya bisa mengikuti market yang dibuat oleh para pelaku pasar yang bermodal besar, karena sebagai trader perorangan kita tidak dapat membuat trend, makanya ikut arus untuk memperoleh profit.



  10. #1730
    Bronze Member senjanjani's Avatar
    Join Date
    Nov 2019
    Posts
    803
    Rep Power
    0

    Langkah Membaca Trading Teknikal


    Dalam trading, pasti kita ketahui sebagian tehnik menganalisa dalam trading, yaitu Analisis Mendasar serta Analisis Teknikal. Analisis Mendasar yaitu Satu analisis yang menggunakan berita yang juga akan launching berita NFP, Oil inventory, Retail Sales, dan lain-lain jadi tanda untuk membaca kemanakah harga juga akan bergerak.

    Analisis Teknikal yaitu Satu analisis yang memakai alur- alur yang sudah dibuat oleh candle sebelumnya, berdasar pada saat, bentuk candle, serta beragam jenis faktor teknikal yang lain untuk membaca ke arah manakah harga juga akan bergerak.

    Sebagian orang berasumsi analisis teknikal lah yang paling baik untuk lakukan trading, serta beberapa orang juga berasumsi analisis Mendasar yang paling baik untuk lakukan trading.

    Menurut saya, tak ada yang salah dari ketidaksamaan pendapat ini, dikarenakan bila kita konsentrasi di satu diantara analisis juga, dapat memberi keuntungan yang baik serta berkelanjutan dikarenakan pasar forex yaitu market yang senantiasa bisa memberi kesempatan pada ketidaksamaan pojok pandang dari tiap-tiap trader.

    Oke, di artikel kesempatan ini, saya menginginkan coba sharing tentang ke-2 jenis analisis itu dalam satu padu padan, di mana saya juga akan sharing tentang bagaimana memakai Analisis Mendasar (dampak dari launching berita) kedalam Analisis Teknikal.


    Jadi, inspirasi dari gabungan analisis ini yaitu, Analisis paling utama memakai analisis Teknikal, serta diperkuat mendapat dukungan oleh Analisis Mendasar.

    Baiklah, untuk memulainya, mohon simak gambar Chart USDCAD berikut ini : Gambar di atas yaitu deskripsi candle dalam periode 19 Juni 2017–14 Juli 2017. Di mana dalam periode panjang, pair USDCAD ini dalam analisis teknikal masih tetap ada dalam arus Downtrend yang kuat. Pada kotak hitam, harga alami penurunan yang cukup kuat, itu yaitu waktu rilisnya berita NFP hari Jumat 7 Juli 2017.

    Serta pada kotak hijau, candle kembali alami penurunan yang cukup kuat, itu yaitu waktu Bank of Canada memutuskan Interest Rate pada mata uang negara mereka, Canada Dollar CAD.

    Dalam inspirasi penggabungan ini, inspirasi yang dipercaya yaitu, mendasar senantiasa menggerakan harga kearah periode panjang, yang bisa kita baca dengan Mendasar.

    Dalam masalah USDCAD di atas, dalam periode panjang serta analisis teknikal, harga ada dalam arus Downtrend yang kuat, hingga mendasar juga akan menguatkan penurunan yang juga akan berlangsung serta tidak membuat reversal pattern maupun reversal tren, serta terkadang harga juga akan bergerak sedikit tricky dengan coba bergerak melawan tren lalu setelah itu harga juga akan kembali masuk tren paling utama nya.

    Aplikasi tehnik gabungan ini pada pair yang berposisi pada USD seperti USDCAD, USDJPY, EURUSD, GBPUSD, AUDUSD, dan lain-lain sangat efisien.

    Di mana pada contoh di atas juga, rilis berita USD berikan dampak arah harga sama sesuai trend besar, serta launching berita CAD juga berikan dampak arah harga sesuai sama tren besar. Dalam aplikasi pada Cross Pair, harus lihat dalam berita disetiap pairs, contoh crosspair yaitu GBPJPY berikut ini.

    Dalam pair GBPJPY ini, tren kuat yaitu Uptrend (Saksikan time frame 4 Hours), serta di Time Frame 1 Hour, terlihat dalam kotak hitam, candle pernah alami penurunan kuat, dan dilanjutkan kenaikan yang lebih kuat kembali.

    Penurunan itu, dikarenakan waktu rilisnya berita Retail Sales Amerika, Yen alami penurunan yang gerakannya lebih kuat dari Poundsterling. Tetapi, harga kembali menguat karna GBPUSD kembali alami kenaikan terus-terusan, sedang pair USDJPY mulai alami pergerakan yang melemah.

    Dalam masalah ini, cross pair mempunyai peluang bergerak tricky daripada USDXXX atau XXXUSD pairs. Hal semacam ini terlihat dari tanggapan harga pada gerakan Yen, yang lalu dibalas dengan merespon Pounds hingga penurunan yang berlangsung hanya satu pergerakan menipu, di mana selama sekian hari sebelumnya, harga GBPJPY relatif ikuti arus gerakan Yen.

    Sumber ; idnfx.com


Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •