Page 7 of 7 FirstFirst ... 567
Results 61 to 66 of 66

Thread: Welcome Bonus Hingga $500 dari ForexChief

  1. #61

    Kombinasi Antara Teknikal Dan Fundamental Sfteam

    Salah satu pertanyaan umum trader yang baru mempelajari tentang strategi trading forex adalah strategi mana yang lebih baik dipakai? Teknikal atau fundamental? Jika analisis teknikal adalah semua hal yang berhubungan dengan grafik dan angka, maka analisis fundamental justru kebalikannya, yaitu segala hal diluar grafik dan angka, seperti misalnya berita dan opini pasar.

    Umumnya, berdasarkan dua strategi diatas, trader akan terbagi menjadi trader teknikal dan trader fundamental. Akan tetapi, dalam prakteknya justru tidak ada trader yang bisa benar-benar mengaplikasikan murni satu strategi saja. Faktanya adalah, kedua strategi tersebut saling melengkapi satu sama lain, sehingga apabila keduanya dikombinasikan, jalan untuk menjadi seorang trader yang sukses akan terbuka lebih lebar.

    Semua trader pasti ingin mendapatkan cara untuk bisa bertahan di forex dan menghasilkan keuntungan yang konsisten. Di dalam artikel ini, kami akan memberikan cara yang mudah untuk mengidentifikasi kondisi pasar, berdasarkan kombinasi strategi trading teknikal dan trading fundamental.

    Secara teknikal, Anda bisa mengamati keadaan market saat ini untuk mencari trend pasar. Apakah pasar sedang reversal, jenuh, atau sedang mengalami pembalikan trend? Untuk mendapatkan jawaban itu, trader harus dapat mencari dan menemukan arah pergerakan harga. Grafik pergerakan harga atau price action chart adalah solusinya. Apabila harga menggerakkan trend menjadi lebih tinggi (grafik bergerak ke atas), maka itu dinamakan Up Trend, sebaliknya, apabila harga menggerakkan trend menjadi lebih rendah (grafik bergerak menurun), dinamakan Down Trend. Grafik berikut ini adalah contoh dari Up Trend dan Down Trend:


    Dengan mengamati trend-trend tersebut, dengan mudah trader dapat mengidentifikasi bias pada sentimen pasar. Dimana, pada saat down-trend, bias akan menurun, dan sebaliknya pada saat up-trend, bias akan meningkat.

    Dalam situasi ini, trader tidak cukup hanya entry buy dan sell lalu berharap berada di jalur yang benar. Akan tetapi, trader harus mampu untuk melakukan transaksi pembelian dengan harga seminim mungkin pada saat up-trend, dan melakukan penjualan dengan harga semaksimal mungkin pada saat terjadi down-trend. Dengan kata lain, ketika harga sudah berlawanan dengan transaksi Anda, segera keluarlah dari market.

    Lebih penting lagi, trend juga dapat berbalik ke arah yang berlawanan. Seperti pada grafik diatas menunjukkan harga yang awalnya sedang down-trend, dapat berbalik menjadi up-trend. Dengan demikian, manajemen risiko harus tetap digunakan meskipun gejala pasar tadinya dapat dilihat dan diprediksi dengan jelas.

    Untuk dapat menggabungkan analisa teknikal dan fundamental, trader bisa menggunakan kalender ekonomi untuk melihat kesempatan apakah harus buy atau sell. Umumnya, harga saat terjadi news akan memberikan peluang yang lebih banyak, sehingga diharapkan trader dapat mengambil peluang-peluang tersebut untuk memperoleh keuntungan dengan memasuki pasar pada saat yang tepat. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari gambar berikut ini:


    Kesimpulannya, untuk bisa memperoleh keuntungan yang konsisten, trader harus mampu melihat keseluruhan pasar. Seperti yang diungkapkan oleh Jamie Saettele: "untuk bisa mengambil keuntungan, maka trader harus mampu melihat reaksi harga dari sebuah berita yang terjadi, dan mampu untuk bereaksi cepat saat news sedang dirilis"

    Sumber : seputarforex.com


  2. #62
    Keamanan Dana Klien


    Jaminan keuangan terhadap kesalahan teknis

    Ini bukan rahasia bahwa broker Forex sering mengalami kesalahan teknis, yang disebabkan oleh banyak faktor. Menimbang bahwa Forex itu sendiri pasar yang cukup kompleks untuk mendapatkan pendapatan yang stabil, kemungkinan kerugian yang terkait dengan resiko teknis tidak dapat diterima oleh trader.

    ForexChief adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang memberikan jaminan kepada klien mengenai keamanan dana dalam kasus kesalahan teknis pada server perdagangan. Dalam hal ini, tidak peduli apakah itu adalah kegagalan dalam saluran komunikasi data center di mana server trading berada atau masalah teknis di sisi counterparty, atau masalah lain. Setiap kasus dianggap individual, akan tetapi Perusahaan bertindak sesuai dengan aturan umum, tidak mengalihkan tanggung jawab sebagai penyedia teknologi atau penyedia likuiditas, dan bertindak sebagai entitas semata-mata tanggung jawab kepada klien.

    Pada akhirnya, ForexChief cenderung untuk membela trader dari semua faktor negatif yang dapat mempengaruhi perdagangannya. Namun, meskipun perhatian yang luar biasa sudah diberikan kepada perangkat lunak dan peralatan teknis, Perusahaan tidak dapat menjamin tidak adanya kegagalan teknis pada server perdagangan atau di sisi counterparty ini karena sifat dari teknologi informasi, tetapi dapat menjamin setiap klien yang mengalami kerugian karena kegagalan tersebut, akan mendapatkan kompensasi yang memadai untuk kerugiannya.

    Pemisahan dana klien

    ForexChief menggunakan mekanisme yang berlaku secara umum pembatas klien dan pemisahan dana di akun bank. Penggunaan model ini tidak hanya persyaratan wajib yang ditetapkan oleh regulator keuangan tetapi juga merupakan instrumen yang tidak terpisahkan untuk perlindungan investor dari kebangkrutan broker.

    Perusahaan, bagaimanapun tidak dapat menggunakan dana klien yang disimpan di akun bank khususnya untuk kegiatan operasional. Selain itu, dalam rangka mendukung solvabilitas tanpa syarat, ForexChief tidak mengalihkan 'dana untuk penyedia likuiditas' akun klien, dan menggunakan dana sendiri untuk melaksanakan 'persyaratan margin, ketika menempatkan rekanan order klien ke pasar'.

    Selain itu, Perusahaan tidak menyimpan dana klien yang disimpan dalam bentuk mata uang digital di dompet sistem pembayaran. Dalam rangka untuk memastikan keamanan, dana yang disimpan sedemikian rupa ditransfer ke akun bank terpisah, yang memungkinkan untuk menghindari kerugian dalam hal terjadinya kebangkrutan sistem pembayaran elektronik.
    Tentang Kami


    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

  3. #63

    Apabila Saldo Akun Trading Forex Anda Negatif

    Banyak trader bertanya-tanya, bisakah saldo akun trading di broker forex tercatat negatif? Trading dengan leverage memang memungkinkan terciptanya situasi dimana trader "berhutang" lebih besar dari dana yang telah didepositkannya. Jika dilihat dari perspektif ini, maka kekhawatiran akan saldo akun negatif itu wajar. Apalagi, sebagaimana ditunjukkan oleh kondisi pasar pasca goncangnya pasar di Black Thursday (15 Januari 2015), saldo akun trading forex negatif ternyata bisa saja terjadi. Kalau begitu, apa yang bisa kita sebagai trader lakukan untuk mencegah saldo akun berubah jadi negatif, dan apakah kita harus melunasi "hutang" di broker bila saldo telanjur negatif? Artikel ini akan membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut.


    Tak Ada Rem
    Saldo akun trading forex negatif terjadi bila tidak ada "rem" yang menghentikan loss berlebihan. "Rem" ini bisa berupa Margin Call (MC) ataupun Stop Loss (SL).

    Sejumlah broker menetapkan batas Margin Call dimana ketika posisi floating mengalami loss yang menyentuh batas tersebut maka posisi akan secara otomatis ditutup dalam kondisi loss. Karena konsekuensi margin call yang seperti itu, maka MC seringkali menjadi momok bagi trader. Padahal, adanya batas MC dalam settingan akun bisa mencegah balance akun Anda habis seketika ataupun menjadi bersaldo negatif. Hal yang sama berlaku pada Stop Loss yang kerap diabaikan oleh trader, padahal itu menunjang manajemen risiko dalam trading forex itu sendiri.

    Dengan menetapkan setting level Margin Call dan atau Stop Loss lebih dulu, maka trader bisa terhindar dari balance negatif.

    Tetapi ada kalanya juga, seperti yang banyak terjadi saat Black Thursday, SL maupun Margin Call tidak berfungsi. Hal ini langka, tetapi sekali waktu bisa terjadi menyusul perilisan berita-berita mengejutkan. Dalam volatilitas pasar yang ekstrim seperti pergerakan EUR/CHF pekan lalu misalnya, platform trading bank-bank yang menjadi "contekan" platform trading broker sempat freeze, dan hal ini mengakibatkan terjadi gap harga yang cukup besar antara harga sebelum crash dan setelah crash. Karena saat crash, platform praktis membeku, maka MC maupun SL jadi tidak berfungsi. Nah, apabila terjadi kesalahan teknis global seperti itu, maka tergantung pada broker masing-masing, apakah akan menghormati SL klien dan mengembalikan kerugian yang terjadi diluar SL, atau tidak.

    Tak Harus Bayar
    Sebagaimana yang bisa dilihat dari kasus Black Thursday juga, kebanyakan broker forex global memilih untuk "memaafkan" saldo akun negatif. Tindakan itu merupakan langkah yang sangat menguntungkan bagi trader, tetapi mengapa broker forex melakukan itu? Ada dua alasan:

    1. Proteksi Balance Negatif
    Dalam persyaratan (terms and conditions) beberapa broker ada klausa "Negative Balance Protection". Klausa ini mengacu pada komitmen broker untuk menjaga agar akun klien tidak sampai negatif dengan menerapkan level margin call tertentu, atau komitmen broker untuk "memaafkan" saldo akun trading negatif. Apabila Anda sedang mencari broker forex baru, maka mencari broker yang menerapkan klausa ini adalah salah satu ide bagus.


    2. Mencegah klien berpindah broker
    Operasional broker forex global mencakup seluruh dunia. Dan ini mengakibatkan mereka akan kesulitan untuk "menagih" utang-utang klien yang bersaldo akun negatif sementara broker dan klien berada di jurisdiksi negara yang berbeda. Dalam kondisi dimana broker memaksa menuntut klien untuk membayar hutang dari akun trading forex bersaldo negatif, sang klien justru dengan mudah bisa "berpindah hati" ke broker lain dan mengacuhkan saldo negatifnya di broker lama. Untuk mencegah perpindahan klien semacam itu, maka broker yang tidak memiliki klausa "Negative Balance Protection" pun seringkali memutuskan untuk mengambil jalan mudah dengan "mengampuni" balance negatif.

    Kedua alasan tersebut menjadikan permasalahan saldo trading negatif tidak begitu signifikan dan cenderung langka dibanding risiko-risiko trading lainnya. Broker biasanya memilih untuk me-nol-kan saja saldo akun negatif daripada memperkarakannya. Dengan demikian, klien selanjutnya akan merasa lega, melakukan deposit dan mulai trading lagi di akun mereka.


    Tergantung Broker
    Namun, ada saja situasi dimana broker forex bersikeras menuntut klien melunasi balance negatif-nya. Ini bisa jadi karena regulasi yang menaungi broker tersebut melarang broker me-nol-kan akun bersaldo negatif, atau karena broker itu sendiri tengah mengalami kerugian besar-besaran. Dalam hal ini, apa yang bisa dilakukan trader?
    1. Apabila broker telah mencantumkan klausa "Negative Balance Protection", maka klien berhak menolak membayar dengan mengutip klausa tersebut. Tetapi umumnya broker yang demikian akan secara otomatis me-nol-kan balance di akun bersaldo negatif beberapa saat setelah saldo akun menjadi negatif, atau setelah klien mengajukan permohonan khusus.
    2. Apabila broker tidak memiliki klausa "Negative Balance Protection" tetapi berlokasi di jurisdiksi yang berbeda dengan klien, maka klien bisa saja mangkir. Sebagaimana klien yang berdomisili di negara berbeda dengan broker akan kesulitan menuntut broker nakal, broker yang berdomisili di negara berbeda dengan klien akan kesulitan juga untuk menuntut klien mangkir. Klien yang mangkir membayar saldo negatif jelas tidak akan bisa lagi bertrading dengan broker tersebut, tetapi masih tetap bisa bertrading dengan broker lain.
    3. Apabila broker tidak memiliki klausa "Negative Balance Protection" dan berada di jurisdiksi yang sama dengan klien, maka broker bisa menuntut klien ke pengadilan. Jika ini terjadi, maka tentu saja klien harus mengikuti prosedur penyelesaian tuntutan, dan kemungkinan pada akhirnya harus membayar juga.


    Pada akhirnya, semua ini akan ditentukan oleh broker Anda sendiri. Komunikasikan saja dengan broker, apakah akun Anda bisa mengalami saldo negatif atau tidak, dan apa tindakan mereka jika hal itu terjadi. Kebijakan setiap broker berbeda-beda, tetapi broker yang baik akan menyatakan dengan jelas posisinya mengenai kemungkinan akun bersaldo negatif, tanpa perlu bertele-tele.

    Sumber : seputarforex.com


  4. #64
    Putaran ke-11 dari kontes "Fast Warren"


    Pendaftaran putaran ke-11 kontes "Fast Warren" telah dibuka


    Klien yang terhormat!

    Kami senang untuk memberitahukan kepada anda tentang pembukaan pendaftaran kontes "Fast Warren" putaran ke-11!


    Fast Warren - adalah kontes dua mingguan yang menggunakan akun "cent" dan memungkinkan untuk menggabungkan trading seperti biasa di akun anda dengan kompetisi untuk mendapatkan hadiah uang. Kontes diadakan dalam dua nominasi - "Profit terbesar" dan "Turnover tertinggi". Peserta dengan rating tertinggi dapat menjadi pemenang di kedua nominasi pada saat yang sama dan menerima hadiah untuk setiap kompetisi.

    Fitur dari kontes:

    • Total hadiah $ 2100;
    • Dua nominasi dan hadiah untuk 10 pemenang;
    • Semua strategi trading dan robot diperbolehkan;
    • Hadiah dapat diwithdraw langsung tanpa pembatasan;
    • Partisipasi dalam kontes dapat dihentikan setiap saat dengan dana yang disimpan.


    Informasi detail tentang ketentuan kontes dan prosedur pendaftaran dapat ditemukan pada halaman kontes "Fast Warren".

    Hormat kami,
    ForexChief


    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

  5. #65
    3 Kebiasaan Trader Forex yang Merugikan


    Menjadi trader forex online bukanlah hal yang gampang. Diperlukan niat, kemauan dan juga usaha yang cukup keras agar bisa hidup sebagai trader forex online. Kesulitan yang dialami oleh trader tidak hanya berasal dari faktor luar seperti broker, sistem trading, modal dan sejenisnya. Sering juga hal yang menghambat kemajuan seorang trader datang dari diri si trader itu sendiri.

    Apa saja sih kebiasaan trader yang bisa merugikan diri sendiri ?

    1. Melakukan kesalahan yang sama.

    Anda mengalami loss besar atau mungkin Margin call alias habis modal. Setelah anda teliti, ternyata sistem trading yang anda gunakan memang kurang bagus. Setelah mencari serta mempelajari, akhirnya anda menemukan sistem baru yang benar-benar cocok. Lalu anda pun deposit dan trading lagi.

    Ternyata, anda tetap mengalami loss atau bahkan kena Margin Call lagi. Setelah kembali diteliti, anda menyadari kalau kesalahan ada pada money management yang tidak digunakan dan juga mental serta disiplin yang kurang. Anda pun bertekad untuk memperbaikinya, kemudian deposit dan mulai trading lagi.

    Apakah setelah ini anda tidak akan kena margin call lagi ? sebagian mungkin iya. Sebagian dari trader forex bisa terus maju dan berkembang setelah meyadari hal ini, tapi sayangnya sebagian besar trader tetap mengalami margin call terus-menerus.

    Apa penyebabnya ?

    Penyebabnya lebih karena mereka tetap melanggar rule yang telah dibuat sendiri. Mereka tetap tidak menjalankan money management yang sudah disusun sendiri, dan juga tetap tidak disiplin meskipun tahu jika disiplin itu wajib dilakukan dalam trading.

    Kebiasaan merugikan ini umum dialami oleh rekan trader, dan biasanya hal inilah yang menyebabkan lamanya proses yang dijalani oleh seorang trader untuk mendapatkan profit secara konsisten dari forex.

    Cara mengatasinya ?

    Saya pikir setiap trader punya jalan tersendiri untuk mengatasi hal ini. Sebagian mengatasinya dengan “memaksakan” diri untuk mengikuti rule, money management, dan disiplin yang sudah ditetapkan oleh diri sendiri. Sebagian lagi mengatasinya dengan bekerja sama untuk saling mengingatkan dengan rekan trader lain yang mereka kenal. Namun tidak sedikit pula yang menyerah dan akhirnya meninggalkan dunia forex trading.

    2. Kebiasaan menyalahkan

    Tidak jarang, trader yang mengalami loss besar atau margin call berulang kali tidak melakukan evaluasi, tapi lebih menyalahkan hal-hal lain.

    Sistem trading sering menjadi hal pertama yang disalahkan. Hal lainnya yang sering disalahkan adalah mentor pengajar, dan bahkan tidak jarang market pun ikut disalahkan.

    Kebiasaan jelek yang satu ini bisa menyebabkan proses trading anda lebih lama mencapai target karena ujung-ujungnya anda akan mudah bergonta-ganti ssistem trading sebelum dikuasai, dan juga tidak membentuk mental trading yang berguna. Jika anda mengalami hal ini, ada baiknya segera diperbaiki untuk kemajuan anda sendiri.

    3. Bermusuhan / berselisih dengan trader lain.

    Kebiasaan yang ini cukup unik. Jika anda lihat di forum ataupun media sosial seperti facebook, banyak terjadi pertengkaran diantara trader ataupun diantara kelompok trader satu dengan lainnya karena hal yang (maaf) kurang penting.

    Jika penyebab pertengkaran ini karena kerugian finansial, pencemaran nama baik dan sejenisnya, mungkin bisa dimaklumi. Tapi tidak jarang penyebab pertengkaran ini karena hal sepele seperti ; sistem trading mana yang paling profitable, lebih bagus mana trading dengan indi atau tanpa indikator, mentor trading mana yang lebih oke, atau bahkan tidak jarang hanya karena “kecemburuan” saja ..

    Biasanya hal ini terjadi diawali dengan diskusi yang tidak berujung baik. Diskusi yang terjadi tidak jarang bukan untuk mencari hal yang lebih baik, tapi malah saling mempertahankan dan saling menyerang satu sama lain.

    Rasanya akan lebih baik jika energi yang dipakai untuk perselisihan ini lebih digunakan untuk mencapai tujuan kita bersama .. mencapai profit secara konsisten bukan ?

    Tiga kebiasaan jelek diatas kadang tidak disadari kita lakukan, ada baiknya kita mulai evaluasi lagi dan sebisa mungkin menjauhkan diri dari kebiasaan diatas untuk mencapai tujuan kita bersama : profit .


    SUMBER : idforextrading


    Facebook ForexChief Indonesia
    Twitter ForexChief Indonesia

  6. #66

    Dasar-Dasar Ilmu Probabilitas Untuk Trading Forex

    Pemahaman tentang ilmu probabilitas itu perlu dimiliki oleh semua trader agar tidak terjebak mengambil keputusan berdasarkan intuisi semata. Aktivitas utama trader forex adalah memilih ide trading dengan probabilitas sukses tertinggi. Namun, banyak orang memilih untuk trading berdasarkan intuisi daripada berdasarkan ilmu probabilitas yang terbukti secara ilmiah, sehingga mereka gagal memperoleh keuntungan secara konsisten. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas tentang dasar-dasar penggunaan ilmu probabilitas untuk trading forex.


    Trading Forex Berbasis Intuisi vs Probabilitas
    Mari bayangkan seandainya Anda dihadapkan pada dua pilihan:
    1. Peluang 75% untuk mendapatkan keuntungan USD500, disertai dengan peluang 25% untuk tidak mendapatkan uang sepeserpun.
    2. Keuntungan pasti USD100.


    Manakah yang Anda pilih? Secara logis, Anda mungkin memilih opsi kedua demi menekan risiko. Namun, kebanyakan orang akan memilih opsi pertama secara intuitif, karena menginginkan keuntungan lebih besar.

    Situasi seperti inilah yang dihadapi oleh trader setiap hari. Ketika suatu posisi floating sudah memperoleh profit tertentu, kita akan bertanya-tanya pada diri sendiri: apakah lebih baik close sekarang untuk mendapatkan keuntungan sesegera mungkin, atau biarkan trade jalan terus?

    Ada juga situasi sebaliknya. Umpama Anda dihadapkan pada dua pilihan lain:
    1. Peluang 75% untuk mengalami kerugian sebesar USD500, disertai potensi tidak rugi sama sekali.
    2. Kepastian rugi USD100.


    Mana pula yang Anda pilih dalam situasi ini? Seperti halnya situasi pertama tadi, dalam kondisi berpikir jernih seperti sekarang, Anda tentu memilih opsi kedua. Namun, ketika trading forex, kebanyakan orang malah memilih skenario pada opsi pertama secara intuitif.

    Inilah bukti bahwa kondisi psikologis akan memengaruhi pengambilan keputusan, apabila Anda trading berdasarkan intuisi semata. Metode pengambilan keputusan seperti itu tak ada bedanya dengan berjudi. Namun, ada solusi mudah untuk mengatasinya: pelajarilah ilmu probabilitas, buat sistem trading teruji, lalu laksakan sistem tersebut secara sistematis.

    Menurut beberapa master trader, probabilitas dan statistik merupakan kunci untuk profit dalam trading forex. Dengan memahami probabilitas menang dan kalah suatu sistem, maka trader dapat menciptakan strategi yang teruji dan efektif, sekaligus mengevaluasi hasil trading secara presisi.

    Penerapan Ilmu Probabilitas untuk Trading
    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, probabilitas dimaknai sebagai "kemungkinan". Secara umum, probabilitas dapat dipahami sebagai suatu nilai yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Probabilitas dapat dijadikan pengukur ketidakpastian, sedangkan ketidakpastian adalah bagian dari proses pengambilan kebijakan. Dengan demikian, ilmu probabilitas dapat memberikan landasan yang kuat tentang bagaimana menelaah ketidakpastian secara logis dan rasional terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh trader dalam pengambilan keputusan.

    Konsep ilmu probabilitas ini telah dirumuskan dengan lebih formal secara matematis, kemudian digunakan secara lebih luas pada dunia keuangan, sains, dan filsafat. Dalam kehidupan kita, ada dua (2) macam probabilitas yang sering digunakan:

    • Probabilitas a priori


    Probabilitas a priori disusun berdasarkan perhitungan akal, bukan atas dasar pengalaman. Contohnya, untuk menentukan berapa kemungkinan mata dadu yang bakal keluar, maka mempunyai kemungkinan 1/6, karena sebuah mata dadu mempunyai enam muka.

    • Probabilitas relatif frekuensi


    Probabilitas relatif frekuensi disusun berdasarkan statistik atas fakta-fakta empiris. Contohnya, probabilitas tentang gagalnya tembakan pistol adalah 5. Maksudnya bahwa setiap 100 kali pistol ditembakkan, maka paling tidak 5 kali diantaranya macet. Ini disusun atas dasar pengamatan atas peristiwa.

    Dari kedua probabilitas tersebut, trader perlu mengutamakan penggunaan probabilitas relatif frekuensi untuk menyusun sistem trading yang benar-benar efektif dan menguntungkan. Caranya dengan melakukan backtest terhadap suatu sistem atau strategi yang akan diterapkan. Kita memang tidak bisa memastikan kinerja sistem trading di masa depan, tetapi kita akan mendapatkan kisaran ekspektasi hasil yang dapat diperoleh kelak. Kisaran ekspektasi hasil ini pun bersifat ilmiah.

    Apabila Anda sudah memiliki sebuah sistem trading dengan kisaran ekspektasi hasil yang memuaskan, maka langkah selanjutnya cukup mengatur manajemen risiko dengan position sizing serta memasang Stop Loss dengan mempertimbangkan rasio Risk/Reward. Dengan cara inilah trader bisa meraup keuntungan besar secara konsisten, walaupun tanpa sistem trading "holy grail" yang 100% sukses.

    Sumber : seputarforex.com


Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •