Pola head adnd shoulders adalah salah satu pola grafik yang bisa diandalkan dalam analisis teknikal. Dan sepert yang Anda bayangkan dari namanya, pola ini berbentuk sebuah kepalsuan dengan dua pundak. Head and shoulders adalah pola reversas yang, ketika terbentuk, mengindikasikan bahwa harga akan bergerak berlawanan dengan trend yang terbentuk sebelumnya.


Head & Shoulders merupakansekumpulan peaks dan troughs. Peaks adalah kondisi dimana harga mencapai puncaknya dan memiliki kecenderungan untuk koreksi, sedangkan troughts dalah kondisi dimana harga berasadalam transisi setelah koreksi dan siap untuk naik kembali. Neckline akan menjadi level support dan resistance. Pola ini didasarkan pada analisis peak and troughtnya dow theory. Sebagai contoh, sebuah tren naik dilihat sebagai sebuah periode dimana terjadinya kenaikan peaks dan trough yang berulang. Untuk tren turun kebalikannya, dimana peak dan trough semakin menurun. Pola head dan shoulders mengilustrasikan melemahnya sebuah trend dimana ada kondisi pelemahan dan peaks dan troughs. Sedangkan inverted head &shoulders, adalah kebalikannya


Bull & Bear Flag
Pola terbentuk tiang bendera dan benderanya (flag dan pennat) merupakan continue bullish/bearish, biasanya bendera terbentuk sideway atau membentuk triangle terlebih dahulu dan akhirnya breakout di resistance/support.
Triangle
Pola triangle pada umumnya menggambarkan keadaan market yang sedang frustrasi atau ragu-ragumau hendak dibawa kemana market tersebut. Pada umumnya setelagh breakout dari pattern triangle ini market umumnya menemukan trendnya. Khisus di forex market pola triangle ini kerap kali banyak kita temui, khisusnya bila menjelang adanya berita-berita penting dan besar seperti non farm payroll, pengumuman suku bunga Amerika Serikat, atau ada rapat meeting dari G7 dan sebagainya.

Ascending & Descending Triangle
Sebuah pergerakan yang panjang kemudian yang panjang yang kemudian berfluktuatif dengan pergerakan menyempit akan menunjukan bahwa pergerakan mengalami tekanan dari garis slope yang dibentuk. Baik salah satu support atau resistance yang membentuk garis horizontal maka kemungkinan besar harga tersebut merupakan harga yang sangat sulit ditembus (Strong Support atau Stong Resistant). Bagaimanapun juga meskipun garis horizontal tersebut sulit untuk ditembus yang jelas haraga masih menekan terlihat dari level support yang semakin tinggi atau resistance yang semakin rendah. Ascending triangle dan discending triangle terjadi dalam trend naik yang merupakan pola penerusan. Ada beberapa contoh bahwa pola ini adalah reversal tetapi sebagian besar adalah pola penerusan. Dilihat dari mana harga itu bergerak. Yang jelas ascendingtriangles adalah pola bullish yang mengindikasikan adanya akumulasi harga yang ditekan dari sisi bawah. Sebaliknya discending triangle terjadi dalam trend turun yang merupakan pola penerusan. Meskipun beberapa contoh bahwa pola ini adalah reversal tetapi sebagian besar adalah pola penerusan. Dilihat dari mana harga itu bergerak. Yang jelas discending triangle adalah pola bearish yang mengindikasikan akumulasi harga yang di tekan dari sisi kita.

Pola Pattern yang Harmonis

Menurut Scott M.Carney pola harmonis adalah suatu metodologi yang memanfaatkan pengenalan pola harga tertentu serta angka fibonacci untuk menentukan titik pembalikan yang dimiliki probablitas yang cukup tinggi di instrumen-instrumen keuangan. Metodelogi ini diasumsikan pola-pola trading yang sebelumnya akan selalu berulang.

Pola harmonig itu dibagi 4 macam pola yaitu:

1. Pola gartley 222
Menurut Scott M. Carney, pola gartley 222 ini merupakan pola sinyal yang cukup kuat, mengapa disebut Gartley 222? Karena pola ini pertama kali diperkenalkan pada buku H.M. Gartley yang berjudul: “Profits In the Stock Market” dihalaman 222.
Yang paling penting dari pola gartley adalah retracment pola B yang harus berada di level 0.618 dari jarak titik X ke A.

2. Pola Kupu-Kupu
Pola ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Gartley hanya titik beratnya poin B jarakya 0.786. hanya saja kali ini poin D melebihi poin X antara 1.27 hingga 1.618.

3. Pola kepiting
Pola kepiting memiliki perbedaan poin B memiliki jarak 0.382 sampai dengan 0.618 dan titik D melewati titik X hingga 1.618

4. Pola kelelawar
Pola kelelawar ini hampir mirip dengan pola Gartley 222, hanya saja aja titik B retrachementnya hanya 38.2 hingga 50. Dan titik D tidak melebihi titik X.

PRICE ACTION BEHAVIOUR
Sebuah trading sistem umunya mengandung 2 diantara 3 item ini price action behavior, lagging indicators, dan lead indicators. Saat ini kita akan mempelajari apa yang dinamakan sebagai price action behaviour. Untuk itu induk dari price action behaviour adalah: The Dow Theory, mari kita akan mempelajari lebih lanjut teori tersebut.